Mari Bergerak Bersama Menjaga Pasar Santa yang Berkelanjutan

Photo by Ve Handojo
Photo by Ve Handojo

Beberapa waktu belakangan, Pasar Santa yang dulunya sepi menjadi ramai karena mulai masuknya anak-anak muda yang memulai berbagai usaha kreatif.

Saat memulai kegiatan kami di Pasar Santa, kami berkeinginan untuk ikut serta dalam usaha menjadikan Pasar Santa sebagai salah satu ruang publik alternatif di Jakarta yang menjadi wadah usaha kecil menengah serta kegiatan-kegiatan kreatif lainnya. Sebuah ruang publik di mana pedagang piringan hitam, pedagang sayur, kedai kopi, tukang jahit, pedagang lama, pedagang baru dapat menjalankan kegiatannya secara berdampingan.

Kedatangan kami pada awalnya disambut dengan tangan terbuka baik oleh pengelola pasar, pihak developer, maupun pedagang-pedagang lama yang ada di Pasar Santa. Pihak pengelola pasar sepakat untuk mempertahankan harga sewa yang relatif terjangkau untuk membantu usaha kami meramaikan pasar.

Namun, bersama dengan semakin ramainya Pasar Santa, keberlanjutan ini menghadapi tantangan. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Semakin banyaknya permintaan kios menyebabkan harga jual/sewa kios membubung tinggi hingga lebih dari 100%.

  2. Beberapa kios yang disewakan oleh developer ternyata adalah milik pribadi/personal dan dilakukan tanpa persetujuan pemilik sehingga seringkali menimbulkan konflik.

  3. Pedagang yang sedang dalam masa sewa, ditawarkan untuk membeli kios yang disewanya atau kiosnya akan dijual kepada pembeli dengan harga tertinggi.

Melihat perkembangan yang tidak sesuai dengan visi misi kami untuk menciptakan ruang publik alternatif yang sustainable, ide untuk membentuk Asosiasi Pedagangpun mulai tercetus di bulan Agustus. Asosiasi atau Perkumpulan pedagang ini dimaksudkan untuk menyatukan para pedagang di Pasar Santa secara keseluruhan untuk memberikan kami daya tawar lebih tinggi dalam memohon perlindungan baik dari pihak PD. Pasar Jaya maupun Pemda DKI.

Pada bulan September, seorang teman salah satu Pedagang Pasar Santa menjadi kuasa hukum kami secara pro bono. Beberapa sesi mediasi pun diadakan seiring dengan munculnya berbagai isu. Namun perlindungan yang kami minta tak kunjung mendapatkan titik terang.

Sebulan kemudian, kamipun mulai menuangkan tuntutan kami secara tertulis dalam bentuk petisi. Perkumpulan Pedagang Santa pun mulai kami proses untuk menjadi sebuah organisasi resmi berbadan hukum.

Petisi/Surat permohonan ini kami sampaikan kepada Kepala Pasar Santa dengan tembusan ke Dirut PD. Pasar Jaya dan Pemda DKI.

Sekali lagi, usaha kami tidak membuahkan hasil.

Sedikit memberikan konteks, kepemilikan kios di Pasar Santa terbagi menjadi kios-kios yang dimiliki oleh developer dan kios-kios yang dimiliki oleh pemilik pribadi.

Kami sadar tantangan yang menanti kami ketika harus berhadapan dengan perusahaan pengembang yang tentunya dilandasi asas-asas usaha dan kepentingan ekonomi.

Oleh karena itu, tuntutan-tuntutan perlindungan kami, ditujukan kepada pihak pemerintah yang kami harapkan dapat menggunakan wewenangnya untuk membentengi pedagang dari kepentingan-kepentingan pribadi dan pemodal besar.

Sekarang kami bawa masalah ini ke ranah publik.

Selamatkan pasar kami dengan menandatangani petisi kami di: http://chn.ge/1Bi1Hh5

Salam #AnakPasar

Iklan
Mari Bergerak Bersama Menjaga Pasar Santa yang Berkelanjutan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s