Mari Bersama Mengembangkan Ruang Publik Alternatif Lain

Saat ratusan orang siap membayar mahal untuk kios yang sekarang diisi pedagang kecil, keberlanjutan Pasar Santa sedang diuji. Ini adalah ujian apakah hukum kapitalisme dimana pemilik modal senantiasa melumat mereka yang lemah juga akan terjadi di sini. Ini juga adalah ujian untuk Jakarta, apakah wajah kota yang demikian keras ini akan kembali menelan korbannya? Apakah pedagang-pedagang kecil yang sudah memulai usaha kecilnya jauh sebelum hingar bingar Pasar Santa ini terjadi akan tergerus? Ini adalah ketakutan terbesar kami saat dulu memulai kegiatan di pasar yang sepi hampir tujuh tahun lamanya ini. Inilah mengapa kami mengorganisir diri dan melakukan advokasi agar segala kios kreatif anak muda ini dapat tetap berdampingan dengan kios tradisional para pedagang lama. Seperti yang berulang kali kami katakan, kami memimpikan sebuah ruang publik di mana pedagang piringan hitam, pedagang sayur, kedai kopi, tukang jahit, pedagang lama, pedagang baru dapat menjalankan kegiatannya secara berdampingan.

pasarsanta2
Photo by The Dusty Sneakers

Tujuan gerakan kami jelas: Terciptanya ruang publik alternatif di mana tak satu pun pedagang lama harus menghentikan usahanya karena tak kuasa bersaing dengan pedagang baru yang sanggup membayar lebih besar.

Tuntutan kami pun jelas: Agar pemerintah mencegah melambungnya harga sewa/jual kios sehingga tak lagi sanggup dijangkau para pedagang lama.

Namun kami sadar, ini bukan hal yang mudah. Ratusan orang yang siap membayar mahal untuk sebuah kios adalah sesuatu yang begitu sulit dibendung dalam dunia di mana logika pasar demikian bermain. Namun demikian kami juga sadar, selain dipandang sebagai ancaman kepada para pedagang tradisional, ratusan orang yang siap memulai usaha ini juga bisa dipandang sebagai kekuatan. Kekuatan untuk membuat ruang-ruang publik alternatif lain di Jakarta. Ruang-ruang publik alternatif di mana anak-anak muda bisa berkreasi, bertukar pikiran, dan menjalin hubungan yang harmonis dengan berbagai orang dari beragam latar belakang. Karenanya kami berkomitmen untuk ikut membantu terciptanya komunitas-komunitas anak pasar di tempat-tempat lain di Jakarta. Kami bertemu begitu banyak anak muda dengan ide kreatif dan keinginan berusaha, kami ingin berbagi pengalaman dengan mereka.  Kami ingin menyampaikan, tak ada yang benar-benar istimewa dengan Pasar Santa.  Semua yang ada di Pasar Santa bisa dilakukan di pasar-pasar lain. Kami telah menyampaikan komitmen ini kepada pihak PD Pasar Jaya. Kami juga sudah memulai diskusi dengan beberapa kelompok anak muda yang ingin mengembangkan pasar tradisional dan ruang publik di Jakarta dan beberapa daerah lain termasuk Cirebon, Cimahi, dan Surabaya.  Mari bersama-sama menjaga Pasar Santa dan mengembangkan Pasar lain yang masih sepi dengan cara yang kreatif dan tanpa menggeser pedagang-pedagang lama. Hal-hal yang dapat kami tawarkan antara lain:

  1. Kami bertekad untuk bertukar pikiran dan berbagi pengalaman dengan siapapun yang ingin menghidupkan pasar atau ruang publik lainnya
  2. Kami siap untuk pop-up di tempat-tempat baru ini.
  3. Kami dengan senang hati akan berbagi informasi dan menghubungkan tempat-tempat baru ini dengan pihak-pihak yang dapat membantu kemajuannya.
  4. Kami akan ikut mensosialisasikan kegiatan di pasar-pasar tersebut melalui media sosial kami.

Untuk itu, tak akan lelah kami menyampaikan lagi dan lagi, mari menjaga Pasar Santa. Mari bersama  mendorong pemerintah untuk memberi perlindungan kepada pedagang lama. Dan mari bertukar pikiran untuk mengembangkan pasar-pasar lain. Ini adalah perjalanan yang panjang kawan-kawan, tapi semoga masih ada sinar cerah di ujung sana. Dan itu mungkin, saat kita saling mendukung dan berjalan bersama-sama.

Dukung #SustainableSanta melalui http://www.change.org/SustainableSanta

Salam #AnakPasar

Iklan
Mari Bersama Mengembangkan Ruang Publik Alternatif Lain

Satu pemikiran pada “Mari Bersama Mengembangkan Ruang Publik Alternatif Lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s