Mimpi Dalam Botol

kami anak pasar

“Kalau kenangan kita bisa dimasukan dalam botol, pasti sudah berkrat-krat botol ini. Teman yang belum setahun kenal, menghilang satu-satu seperti dalam sekejap” – Homie, Anak Pasar

Perlahan tapi pasti, kalimat ringan yang keluar dari mulut Homie ini semakin terasa nyata. Kios yang ditempati Homie sendiri pun saat ini sudah berpindah tangan dua kali. Homiepun harus pindah dari kiosnya di bulan-bulan mendatang ini ketika kontrak sewanya habis.

Kurang dari setahun lalu, kami seliweran di lorong-lorong pasar yang sepi dan gelap membawa sepotong mimpi dan harapan untuk bisa menciptakan sebuah ruang alternatif. Sebuah ruang di tengah kota yang semakin tak terjangkau, dimana mimpi-mimpi kecil kami bisa memiliki kesempatan untuk tumbuh.

Sebagaimana layaknya sebuah bisnis, tentunya kami pun menghitung resiko yang kami hadapi.

Yes, the odds are against us but it comes at the risk we felt comfortable to bear.

And so we started.

Satu persatu kamipun mulai membuka pintu untuk pelanggan yang tak pernah kami bayangkan akan datang dari mana.

Modal kami hanya smartphones pribadi, akun social media dan ide-ide kreatif. Perlahan tapi pasti, semakin banyak yang mau menyempatkan diri untuk datang ke pasar kami. Kenyamanan pendingin udara dan wifi, kami gantikan dengan tawa dan uluran persahabatan. Walau awalnya banyak yang masih canggung untuk berbagi meja dengan strangers, akhirnya banyak persahabatan yang lahir justru dari kecanggungan-kecanggungan ini.

Lorong-lorong gelap ini pun kemudian kembali memiliki hidup. Penuh dengan wara wiri orang dan obrolan yang seringnya tak penting. Satu persatu, teman-teman kami pun bertambah. Banyak juga yang kemudian meninggalkan pekerjaan tetapnya untuk bisa lebih fokus menghidupkan benih mimpi yang kini mulai terlihat hidup.

Kami datang ke Pasar Santa sebagai tamu yang diterima dengan baik oleh penghuni pasar sebelum kami. Kami datang dengan mimpi-mimpi kami dan ide-ide idealisme yang mungkin terdengar naïf.

Kami ingin dapat berdampingan dengan mereka yang sudah lebih dahulu ada di pasar ini. Kami ingin mimpi kami bisa tumbuh di suatu ruang yang sarat dengan memori masa kecil kami. Kami ingin dapat belajar dan tumbuh bersama mereka yang jauh lebih berpengalaman daripada kami. Kami ingin memiliki kesempatan untuk dapat sebaliknya juga menjadi berguna bagi mereka yang ada sebelum kami.

Membawa pasar yang termarginalisasi secara sosial kembali ke center stage bukan untuk kemudian merubahnya menjadi korban gentrifikasi.

Kami percaya pada kekuatan ekonomi kerakayatan untuk pertumbuhan yang lebih merata dan berkesinambungan. Kami percaya pada peran pasar sebagai inkubator ekonomi bukan untuk ajang lomba penanam modal dan arena main spekulan.

So you have the money to spend?

Tolong jangan gunakan uang kamu untuk menyewa atau membeli kios di pasar kami dengan harga di atas rata-rata. Mungkin harga ini tidak seberapa dibanding harga sewa di mal, tapi inilah yang membuat teman-teman kami akan terusir.

Kami ingin dapat membantu teman-teman lain yang juga memiliki ide-ide kreatif dengan menciptakan ruang-ruang alternatif lainnya.

Make your own Pasar Santa and make it sustainable.

Help us make ours sustainable.

Kalau kamu setuju dengan apa yang kami perjuangkan, dukung kami dengan meluangkan sedikit waktu kami untuk menandatangani petisi anak pasar.

Salam hangat dari #anakpasar

Iklan
Mimpi Dalam Botol

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s