Siaran Pers : Tantangan keberlanjutan Pasar Santa sebagai ruang publik alternatif di Jakarta

“Ngobrolin Pasar Santa” Mendengar kembali suara tentang Pasar kita. Foto oleh Yunaidi Joepoet/National Geographic Indonesia @yunaidijoepoet

Jakarta, 23 Maret 2015 – Selama enam bulan terakhir, Pasar Santa menjadi sorotan publik karena berubah dari pasar yang sepi menjadi salah satu tujuan kunjungan populer di Jakarta.

Tantangan muncul karena seiring tingginya minat akan kios-kios di Pasar Santa harga sewa dan jual kios pun terus meningkat. Hal ini berdampak pada kelanjutan usaha sebagian besar pedagang kecil di Pasar Santa yang terancam tergusur karena tidak lagi sanggup menjangkau harga sewa yang dapat membubung tinggi.

Untuk mencegah hal ini, perkumpulan pedagang pasar santa melakukan kampanye #SustainableSanta salah satunya melalui petisi di http://www.change.org/sustainablesanta yang meminta pemerintah untuk melakukan kontrol terhadap harga sewa kios sehingga usaha-usaha kecil Pasar Santa tidak tergusur oleh spekulan dan pemilik modal yang lebih besar yang dapat membayar harga sewa/jual kios dengan harga yang jauh lebih tinggi. Informasi dan cerita lebih lanjut mengenai kampanye ini bisa diperoleh di http://www.pasarsantablog.wordpress.com

Sebagai bagian dari kampanye tersebut, pada Minggu 22 Maret 2015 bertempat di lantai dasar Pasar Santa dilakukan diskusi antara para pedagang bersama pihak-pihak terkait membahas hal-hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga kelangsungan Pasar Santa. Hadir dalam diskusi Direktur Utama PD Pasar Jaya, Djangga Lubis, Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf, Marco Kusumawijaya Direktur Rujak Center for Urban Studies, serta para pedagang pasar. Pedagang Pasar Santa diwakili oleh Dian Estey dan Teddy W Kusuma, Ketua serta pengurus Perkumpulan Pedagang Pasar Santa.

Diskusi tersebut menyepakati bahwa perkembangan pasar Santa adalah hal baik yang harus dijaga keberlanjutannya. Pasar Santa dapat menjadi salah satu model pengelolaan pasar sekaligus sebuah ruang publik alternatif dimana usaha dan kegiatan kreatif anak muda dapat berdampingan dengan pedagang-pedagang tradisional yang telah menjalankan usaha di pasar sejak dahulu. Untuk itu upaya-upaya yang cepat dan tegas diperlukan untuk mencegah tergusurnya usaha kecil di Pasar Santa oleh pemilik modal yang lebih besar.

Apa yang dialami Pasar Santa dapat menjadi semacam “kopi pahit” karena ia jadi korban dari kesuksesannya sendiri. Harus ada peraturan tentang harga sewa yang rasional untuk para pedagang dan PD Pasar jaya harus segera mencari solusinya.” Kata Marco Kusumawijaya

Beragam industri kreatif anak muda di Pasar Santa harus bisa dikembangkan, tetapi di saat yang sama pedagang lama juga harus dipertahankan.” Ujar Triawan Munaf.

Direktur Utama PD Pasar Jaya, Djangga Lubis mengatakan pihaknya akan segera mencari solusi untuk hal ini. Djangga Lubis mengatakan, “Saya akan menugaskan konsultan independen untuk menaksir harga sewa yang wajar untuk kios-kios di Pasar Santa. Dalam proses itu, pihak pedagang juga akan dilibatkan.”

Terhadap tindak lanjut yang disampaikan Djangga Lubis, Ketua Perkumpulan Pedagang Pasar Santa, Dian Estey, mengatakan: “Kami menyambut baik tawaran PD Pasar Jaya untuk bersama-sama mendiskusikan harga sewa yang ‘wajar’. Kami berharap hal ini dapat segera terealisasi dan PD Pasar Jaya juga dapat memberikan payung regulasi terkait harga sewa untuk melindungi semua pedagang yang saat ini ada di Pasar Santa.”

Bersama dengan semakin banyaknya masa sewa pedagang Pasar Santa yang akan habis di pertengahan tahun ini, solusi yang cepat dan tegas dari PD Pasar Jaya sangat diperlukan untuk tetap mempertahankan fungsi pasar sebagai tempat usaha bagi UKM dan tak satu pun pedagang lama yang terpaksa harus menghentikan usahanya karena tak sanggup menjangkau harga sewa yang membumbung.

——————————–

Kontak Perkumpulan Pedagang Santa : pasarsanta@gmail.com

Iklan
Siaran Pers : Tantangan keberlanjutan Pasar Santa sebagai ruang publik alternatif di Jakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s