Catatan Diskusi “Keberlanjutan Pasar Santa”, 22 Maret 2015 @Pasar Santa

Berikut rangkuman dari diskusi hari Minggu lalu, yang telah ditembuskan kepada seluruh pembicara:

1. Djangga Lubis, Direktur Utama PD Pasar Jaya

2. Dian Estey, Ketua Perkumpulan Pedagang Pasar Santa

3. Marco Kusumawijaya, Direktur Rujak Center for Urban Studies

4. Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif

Adapun beberapa hal pokok yang disepakati bersama dalam diskusi tersebut:

1. Bahwa Pasar Santa berkesempatan menjadi model ruang publik alternatif dan inkubator UKM serta kegiatan kreatif lainnya jika berbagai jenis pedagang dari berbagai latar belakang dapat terus hidup berdampingan.

2. Bahwa Pasar Santa hanya dapat berkembang jika tidak ada pedagang lama yang harus tergeser karena tak sanggup membayar sewa yang terus naik karena tingginya permintaan kios. Jika tidak, maka seperti kasus-kasus gentrifikasi yang telah jamak terjadi di kota-kota besar lain di dunia, Pasar Santa pun akan kembali mati atau stagnan.

3. Bahwa solusi penting yang diperlukan saat ini adalah adanya sebuah mekanisme yang dapat mengontrol melambungnya harga sewa kios sehingga pedagang yang ada sekarang dapat bertahan.

Adapun tindak lanjut yang disepakati dalam diskusi tersebut:

1. Bahwa PD Pasar akan melakukan penilaian untuk menentukan harga yang wajar untuk kios di Pasar Santa dengan menggunakan pihak independen dengan juga melibatkan pedagang pasar.

2. Setelah harga sewa yang wajar ditentukan, PD Pasar Jaya bekerja sama dengan pihak pedagang akan dalam mensosialisasikan harga sewa ini.

3. Disepakati pula bahwa untuk kontrak sewa dan jual beli kios, dokumen sewa dan jual beli harus diketahui pihak PD Pasar Jaya. Dan untuk penjualan/penyewaan yang dilakukan PT IWN agar diprioritaskan kepada pedagang lama dan diketahui oleh PD Pasar Jaya.

4. Pak Triawan juga menyampaikan wacana kemungkinan adanya skema subsidi terhadap usahawan baru di Pasar Santa. Konsep ini akan digodog lebih lanjut di Badan Ekonomi Kreatif. Pak Triawan pun akan menyampaikan perkembangan isu pasar santa ini sebagai salah satu laporan beliau ke Presiden.

Terkait penentuan harga wajar kios ini, bersama email ini saya sampaikan pula hal yang menurut kami di Perkumpulan Pedagang Pasar Santa perlu untuk dibahas lebih lanjut:

1. Saat harga sewa kios yang wajar ditetapkan, perlu dipikirkan payung regulasi sehingga penerapan kontrol harga ini bisa menjadi efektif. Tanpa sebuah terobosan berupa aturan harga sewa yang mengikat dan sosialisasi yang intensif untuk semua kios baik yang sekarang masih ada ditangan PT IWN maupun yang telah dimiliki perorangan, dikhawatirkan harga sewa tetap tidak bisa dikontrol.

2. Metode penilaian harga sewa pun perlu dipikirkan dengan masak-masak. Kami dari pihak pedagang merasa penilaian kios per kios akan cukup sulit dan memakan waktu yang panjang. Untuk itu kami mengusulkan penetapan kenaikan yang dibedakan per lantai sama seperti implementasi tarif sewa yang flat pada tahun 2014 kemarin. Kami menyepakati bahwa dengan perkembangan Pasar Santa sekarang, harga kios di lantai atas memang sepantasnya lebih tinggi dari lantai lainnya. Untuk itu, kami mengusulkan kenaikan wajar sebesar 10-20% kenaikan untuk lantai basement dan bawah dari harga sekarang yang berkisar di Rp. 5jt-6jt/tahun/kios menjadi 6-7juta/tahun. Sementara untuk lantai atas bisa diterapkan lebih tinggi menjadi 8-9jt/tahun.

Demikian catatan kami atas diskusi yang telah berlangsung dengan baik. Kami meyakini Pasar Santa memiliki potensi yang besar sekali yang jika dikelola dengan baik bisa menjadikannya tidak hanya model sebuah pasar tetapi juga sebuah ruang publik alternatif yang begitu dibutuhkan warga Jakarta.

Kami dari Pihak Perkumpulan Pedagang Pasar Santa siap untuk terus berkoordinasi dan juga ikut berkreasi dengan ide-ide kreatif untuk kemajuan Pasar Santa itu sendiri.

Iklan
Catatan Diskusi “Keberlanjutan Pasar Santa”, 22 Maret 2015 @Pasar Santa

Satu pemikiran pada “Catatan Diskusi “Keberlanjutan Pasar Santa”, 22 Maret 2015 @Pasar Santa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s